Dalam dunia serigala Amerika Utara, ada beberapa kasta dalam hirarki kelompoknya. Ada Jantan dan Betina Alfa, para pemimpin kelompok, yang mendapatkan hak-hak khusus, seperti makan hasil buruan lebih dulu, hak kawin dengan betina mana saja. Pokoknya para individu utama yang memegang tampuk kekuasaan. lalu ada serigala beta, yang merupakan individu-individu tangguh yang akan setia melakukan apa saja pada serigala Alfa , demi kelangsungan hidup kelompok serigala itu. Dan terakhir ada serigala gamma, para serigala yang perananya paling tidak penting, suatu posisi paling rendah, sehingga akan sangat sulit untuk naik pangkat, merangkak menuju puncak kekuasaan , paling akhir mendapatkan jatah makan hasil buruan, sehingga hanya mendapatkan tulang belulang sisa. Kemudian si gamma akan selalu mendapatkan tekanan dari para alfa dan beta, dimana dia harus meminta belas kasihan, dengan mengelus-ngeluskan badannya, merendahkan diri pada serigala dengan tingkat yang lebih tinggi, hanya untuk mendapatkan belas kasihan tambahan tulang, dengan resiko dipukul, digigit dan direndahkan oleh para serigala dengan kasta yang lebih baik. Para gamma hanya jadi lelucon dalam kelompok itu.
Bahkan dalam kasus yang lebih ekstrem lagi, dalam suatu kelompok Meerkat, sejenis binatang pengerat di Madagaskar, seekor betina Alfa, akan memimpin kelompok itu, dan memfokuskan diri hanya sebagai induk. Sementara, para jantan gamma akan menjaga anak sang betina Alfa. Lebih sedih lagi nasib para betina dengan kasta terendah. Mereka tidak diperbolehkan kawin dan bereproduksi. Fungsi mereka dalam kelompok hanya sebagai baby sitter sekaligus sebagai pabrik susu berjalan bagi anak betina alfa. Ya. Walaupun mereka tidak hamil, tapi secara otomatis kelenjar air susu mereka akan bekerja memproduksi air susu untuk memberi makan anak-anak betina alfa. Smeentara sang induk bebas berkeliaran mencari makan. Perhatikan dalam pergaulan anda, setingkat apapun, pasti dalam kelompok ada anggota yang dianggap lebih rendah kastanya dibanding anggota lain. Walau terkadang ada yang secara komunal terang-terangan menunjuk anggota itu, atau ada pula yang secara implisit, semua orang tahu kalau anggota itu dianggap paling lemah diantara yang lain. Dia adalah sasaran olok-olok, tidak dianggap lebih serius dibanding yang lain. Para individu alfa kan selalu berusaha mempertahankan posisi mereka. Salah satunya adalah dengan memimpin pasukan dengan sebaik-baiknya, dan tetap membuat sistem kasta dalam kelompok tetap terjaga. Walaupun secara langsung maupun tidak langsung, sengaja maupun tidak sengaja merendahkan individu dalam kasta lain. Membuat para gamma menjadi sasaran tak berdaya, dihujami dengan berbagai cerca dan nista, memastikan diri posisinya menjadi paling tinggi dalam kelompok.
Seiring perputaran waktu, siklus ini akan terjadi...... lagi dan lagi..dan lagi..selama manusia hidup..
sebagai contoh yang terjadi di dalam kehidupan kita seperti tindakan kekerasan,mulai dari perkelahian ,pembunuhan,pemerkosaan,serta aksi teror pemboman yang sedang trend di negara kita dan perang dunia yang memungkinkan akan terjadi lagi. Apakah itu disebut manusia ? Tidak. Kenapa tidak? Karena itu semua manusia yang melakukanya dan dilakukan terhadap manusia juga ? entahlah..’
Contoh dari kehidupan nyatanya tentang hal diatas yeaitu Beberapa pekan terakhir ini, warga Teheran selalu ribut soal harga buah yang melonjak gila-gilaan. Bayangkan saja, jeruk yang biasanya 3000-an riyal riyal (setara rupiah), naik jadi 12.000-an. Apel, semangka, pisang, kiwi, juga sama saja. Bahkan tomat, yang diperlukan buat masak, yang biasanya berkisar 2000-3000 melonjak drastis sampai 14.000 riyal! Tiap ke pasar atau toko, selalu saja umpatan-umpatan kepada pemerintah keluar dari mulut para pembeli. Di hampir semua channel TV Iran, masalah ini dibahas oleh para pengamat sampai mulut mereka berbusa (ini hiperbola, loh). Ketua Pasar Teheran diwawancarai berkali-kali, dan berkali-kali pula ia minta maaf kepada warga dan berjanji akan mengusahakan turunnya harga. Operasi pasar dilakukan berkali-kali, namun harga turun hanya waktu itu saja, dan kemudian kembali naik.
Buat saya yang orang Melayu, yang merasakan harga BBM, listrik, gas, telpon, air, transportasi, dan uang sekolah di Iran jauh lebih murah dibanding Indonesia, dulu sering heran melihat kebiasaan orang Iran yang selalu mengeluhkan harga-harga (apapun). Tapi, hari ini setelah saya renungkan, benar juga ya, harga-harga buah di Tehran sebulan terakhir ini emang gila-gilaan! Masak tomat 14.000 riyal? Kan sama dengan 14.000 rupiah? Bikin sambel aja butuh modal beribu-ribu rupiah, gile…Setelah saya baca koran Kayhan hari ini, baru saya tahu, penyebab kenaikan harga buah secara gila-gilaan di Tehran (saya tidak tahu kondisi di kota-kota lain) adalah para makelar (disebut dalal). Mereka membeli dari petani, lalu menjual secara borongan ke makelar lain, lalu makelar lain menjual lagi ke makelar lain, sampai akhirnya ketika sampai ke tangan pembeli, harganya jadi tiga sampai empat kali lipat. Para dalal ini memang sudah ada sejak dulu. Tapi mungkin karena gemes pada parlemen yang mengesahkan UU tidak ada kenaikan harga apapun tahun ini, termasuk BBM, para dalal inipun rame-rame unjuk gigi. Anehnya lagi, kok pemerintah sampai tidak bisa berkutik ya?
Sumber:
-manusia adalah serigala bagi manusia lainnya..
(http://rachman14.multiply.com/journal/item/150/Manusia_adalah_serigala_bagi_manusia_lainnya.)
-homo homini lupus
(http://bundakirana.multiply.com/journal/item/19/homo_homini_lupus)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar