Selasa, 26 Maret 2013

KARYA ILMIAH




Karya ilmiah (bahasa Inggris: scientific paper) adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan. Menurut pengertian lain karya ilmiah adalah tulisan yang berisi argumentasi penalaran keilmuan yang dikomunikasikan lewat bahasa tulis yang formal dengan sistematis-metodis dan menyajikan fakta umum serta ditulis menurut metedologi penulisan yang benar. Karya ilmiah ditulis dengan bahasa yang konkret, gaya bahasanya formal, kata-katanya teknis dan didukung fakta yang dapat dibuktikan kebenarannya.
Karya ilmiah mempunyai 3 ciri yaitu:
  1. Karya ilmiah harus merupakan pembahasan suatu hasil penelitian (faktual objektif). Artinya sesuai dengan objek yang diteliti.
  2. Bersifat metodis dan sistematis
  3. Menggunakan ragam bahasa ilmiah yang baku dan formal, bahasanya bersifat lugas agar tidak menimbulkan penafsiran dan makna ganda.


Macam – macam Karya Ilmiah:
  • Karya Ilmiah Pendidikan

Karya Ilmiah pendidikan digunakan untuk tugas meresume pelajaran, serta persyaratan mencapai suatu gelar pendidikan, karya ilmiah terdiri dari :
  1. Paper ( Karya Tulis)
  2. Pra Skripsi
  3. Skripsi yaitu karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasar pendapat orang lain.
  4. Thesis yaitu karya tulis ilmiah yang sifatnya lebih mendalam daripada skripsi.
  5. Disertasi yaitu karya tulis ilmiah yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasar data dan fakta yang sahih dengan analisi yang terinci.

  • Karya Ilmiah Penelitian


Karya ilmiah penelitian terdiri dari
 :
  1. Makalah seminar
  2. Laporan hasil penelitian
  3. Jurnal Penelitian


SEMI ILMIAH

Semi Ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta umum dan menurut metodologi panulisan yang baik dan benar, ditulis dengan bahasa konkret, gaya bahasanya formal, kata-katanya teknis dan didukung dengan fakta umum yang dapat dibuktikan benar atau tidaknya. Semi ilmiah ini juga merupakan sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannya pun tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering dimasukkan karangan non-ilmiah. Maksud dari karangan non-ilmiah tersebut ialah karena jenis Semi Ilmiah memang masih banyak digunakan misalnya dalam komik, anekdot, dongeng, hikayat, novel, roman dan cerpen. Karakteristiknya berada diantara ilmiah.
Ciri-ciri Semi Ilmiah:
Emotif
Kemewahan dan cinta lebih menonjol, tidak sistematis, lebih mencari keuntungan dan sedikit informasi.
Persuasif
Penilaian fakta tanpa bukti. Bujukan untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap cara berfikir pembaca dan cukup informative.
Deskriptif
Pendapat pribadi, sebagian imajinatif dan subjektif.
Kritik tanpa dukungan bukti.
Contoh :
Manga, merupakan sebutan untuk komik di Jepang. Tidak ada yang tahu secara pasti kapan komik masuk pertama kali ke Jepang, tetapi pada mulanya komik Jepang adalah peniruan dari film animasi Walt Disney oleh Ozamu Tezuka (1928-1989) dan merupakan cikal bakal dari komik Jepang modern. Beliau mengekspresikan gerakan film-film animasi Walt Disney ke dalam komik Jepang. Karya-karya beliau setelah akhir perang dunia II membuka era baru untuk komik Jepang.




KARYA NON ILMIAH
Karya non ilmiah sangat bervariasi topik dan cara penyajiannya, tetapi isinya tidak didukung fakta umum, ditulis berdasarkan fakta pribadi, umumnya bersifat subjektif, gaya bahasanya bisa konkret atau abstrak, gaya bahasanya formal dan popular. Satu ciri yang pasti ada dalam tulisan fiksi adalah isinya yang berupa kisah rekaan. Kisah rekaan itu dalam praktik penulisannya juga tidak boleh dibuat sembarangan, unsur-unsur seperti penokohan, plot, konflik, klimaks, setting dan sebagainya.
Ciri-ciri Karya Non Ilmiah:
  • Bersifat persuasif
  • Ditulis berdasarkan fakta pribadi
  • Fakta yang disimpulkan subyektif
  • Bersifat imajinatif
  • Gaya bahasa konotatif dan populer
  • Situasi didramatisir
  • Tidak memuat hipotesis
  • Penyajian dibarengi dengan sejarah


Contoh :
karya non ilmiah diantaranya cerpen, puisi, novel, komik

Emotif 
Kemewahan dan cinta lebih menonjol, tidak sistematis, lebih mencari keuntungan dan sedikit informasi.
Persuasif
Penilaian fakta tanpa bukti. Bujukan untuk meyakinkan pembaca, Mempengaruhi sikap cara berpikir pembaca dan cukup informatif.
Deskriptif 
Pendapat pribadi, sebagian imajinatif dan subjektif.
Kritik
tanpa dukungan bukti.

Source :
http://ekhafr.blogspot.com/2013/03/perbedaan-karya-ilmiah-dan-semi-ilmiah.html
http://inezjohn.blogspot.com/2013/03/karya-ilmiah.html
http://indradwinugroho.blogspot.com/2013/03/karya-ilmiah.html


Bahasa Indonesia 2
Sistem Informasi
2013

PENALARAN DEDUKTIF




Pengertian Penalaran Deduktif
Penalaran Metode Deduktif merupakan proses penalaran untuk manarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku khusus berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat umum. Proses penalaran ini dimulai dari hal-hal yang berifat umum, menuju kepada hal-hal yang bersifat khusus.

Macam – macam Penalaran Deduktif
  1. Silogisme

Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Dengan fakta lain bahwa silogisme adalah rangkaian 3 buah pendapat, yang terdiri dari 2 pendapat dan 1 kesimpulan.
Contoh Silogisme: Semua manusia akan mati Amin adalah manusia Jadi, Amin akan mati (konklusi / kesimpulan)
Macam – macam Silogisme :
  • Silogisme Katagori

Silogisme Katagorik adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan katagorik. Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan dengan premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor ( premis yang termnya menjadi subjek). Yang menghubungkan diantara kedua premis tersebut adalah term penengah (middle term).
  • Silogisme Hipotetik

Silogisme Hipotetik adalah argumen yang premis mayornya berupa proposisi hipotetik, sedangkan premis minornya adalah proposisi katagorik.
  • Silogisme Disyungtif

Silogisme Disyungtif adalah silogisme yang premis mayornya keputusan disyungtif sedangkan premis minornya kategorik yang mengakui atau mengingkari salah satu alternatif yang disebut oleh premis mayor.Seperti pada silogisme hipotetik istilah premis mayor dan premis minor adalah secara analog bukan yang semestinya.

  • Entimen

Entimen adalah penalaran deduksi secara langsung. Dan dapat dikatakan pula silogisme premisnya dihilangkan atau tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui. Contoh Entimen : Proses fotosintesis memerlukan sinar matahari Pada malam hari tidak ada matahari Pada malam hari tidak mungkin ada proses fotosintesis.

Source : 
http://ekhafr.blogspot.com/2013/03/penalaran-deduktif.html
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/10/tugas-1-penalaran-deduktif
http://inezjohn.blogspot.com/2013/03/penalaran-deduktif.html

Bahasa Indonesia 2
Sistem Informasi
2013

Jumat, 15 Maret 2013

PENALARAN INDUKTIF




Sebelum kita membahas apa itu penalaran induktif, alangkah baiknya jika kita mengetahui apa itu Penalaran.


Pengertian  Penalaran

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.
Penalaran merupakan proses berfikir yang sistematik untuk memperoleh kesimpulan berupa pengetahuan. Dari prosesnya, penalaran itu dapat dibedakan sebagai penalaran induktif dan penalaran deduktif.


Persyaratan yang Diperlukan Dalam Bernalar

Jika seseorang melakukan penalaran, maksudnya tentu adalah untuk menemukan kebenaran. Kebenaran dapat dicapai jika syarat – syarat dalam menalar dapat dipenuhi.
Suatu penalaran bertolak dari pengetahuan yang sudah dimiliki seseorang akan sesuatu yang memang benar atau sesuatu yang memang salah.
Dalam penalaran, pengetahuan yang dijadikan dasar konklusi adalah premis. Jadi semua premis harus benar. Benar di sini harus meliputi sesuatu yang benar secara formal maupun material. Formal berarti penalaran memiliki bentuk yang tepat, diturunkan dari aturan – aturan berpikir yang tepat sedangkan material berarti isi atau bahan yang dijadikan sebagai premis tepat.


Macam-Macam Penalaran 

Penalaran memiliki berbagai macam metode, diantaranya adalah :
1.    Penalaran Metode Induktif
Penalaran Metode Induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Macam-macam bentuk dari penalaran metode induktif , yaitu :

a.        GENERALISASI

Generalisasi adalah penalaran induktif dengan cara menarik kesimpulan secara umum berdasarkan sejumlah data. Jumlah data atau peristiwa khusus yang dikemukakan harus cukup dan dapat mewakili. Generalisasi juga di sebut induksi tidak sempurna ( lengkap ). Guna menghindari generalisasi yang terburu – buru, Aristoteles berpendapat bahwa bentuk induksi semacam ini harus di dasarkan pada pemeriksaan atas seluruh fakta yang berhubungan, tapi semacam ini jarang di capai. Jadi kita harus mencari jalan yang lebih prakis guna membuat generalisasi yang sah. Adapun tiga cara untuk menentukan generalisasi :
   
   i.        Menambah jumlah kasus yang di uji, juga dapat menambah probabilitas sehatnya generalisasi. Maka harus seksama dan kritis untuk menentukan apakah generalisasi ( mencapai probabilitas ).

   ii.        Hendaknya melihat adakah sample yang di selidiki cukup representatif mewakili kelompok yang di periksa.

    iii.        Apabila ada kekecualian, apakah juga di perhitungkan dan di perhatikan dalam membuat dan melancarkan generalisasi?

b.  ANALOGI

Analogi Induktif adalah suatu cara berfikir yang di dasarkan pada persamaan yang nyata dan terbukti. Jika memiliki suatu kesamaan dari yang penting, maka dapat di simpulkan serupa dalam beberapa karakteristik lainnya. Apabila hanya terdapat persamaan kebetulan dan perbandingan untuk sekedar penjelasan, maka kita tidak dapat membuat suatu kesimpulan. Pemikiran ini berangkat dari suatu kejadian khusus ke suatu kejadian khususnya lainnya, dan menyimpulkan bahwa apa yang benar pada yang satu juga akan benar pada yang lain.

c.     HUBUNGAN KAUSALITAS

Hubungan kausalitas merupakan sebab sampai kepada kesimpulan yang merupakan akibat atau sebaliknya. Pola yang umum dipakai adalah sebab ke akibat dan akibat ke sebab. Ada 3 jenis hubungan kausal, yaitu:

i.                    Hubungan sebab-akibat.
Hubungan sebab-akibat dimulai dengan mengemukakan fakta yang menjadi sebab dan kesimpulan yang menjadi akibat. Pada pola sebab ke akibat, gagasan pokok merupakan akibat, sedangkan gagasan penjelas sebagai sebab.

ii.                  Hubungan akibat-sebab.
Hubungan akibat-sebab dimulai dengan fakta yang menjadi akibat, kemudian dari fakta itu dianalisis untuk mencari sebabnya.

      iii.        Hubungan sebab-akibat-akibat.
Hubungan sebab-akibat-akibat dimulai dari suatu sebab yang dapat menimbulkan serangkaian akibat. Akibat pertama berubah menjadi sebab yang menimbulkan akibat kedua, seterusnya hingga timbul rangkaian beberapa akibat.

Senin, 07 Januari 2013

KETERAMPILAN BERBAHASA



KESIMPULAN

                   Setelah melakukan analisa maka telah kami dapatkan kesimpulan yaitu :

1.   Kita perlu menjaga dan melestarikan bahasa Indonesia
2.   Untuk anak kecil kurang pergaulan dengan anak dewasa
3.   Dalam merubah bahasa harus sedikit demi sedikit.
4.   Perlunya menjaga bahasa kita agar tidak hilang lambat laun nantinya
5.   Perlunya pengawasan dari orang tua dalam membangun kepribadian anaknya

Senin, 08 Oktober 2012

MENUMBUHKAN SIKAP BAHASA YANG POSITIF TERHADAP BAHASA INDONESIA

Kepercayaan diri terhadap kebudayaan dan jati diri bangsa perlu dimantapkan dalam memasuki tatanan baru 2010 dan 2020 dengan menumbuhkan sikap positif masyarakat terhadap bahasa dan sastra Indonesia.

dampak tatanan kehidupan dunia yang baru, globalisasi maupun dampak keterbukaan memerlukan tenaga kerja yang mampu bersaing secara terbuka di pasar bebas.
Karena itu, penguasaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar perlu ditingkatkan di kalangan masyarakat sebelum mempelajari bahasa asing lainnya.

peran bahasa tidak dapat disepelekan dalam mendorong peningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Oleh karena itu, dalam sistem evaluasi pendidikan nasional, khususnya pada sekolah tingkat dasar dan menengah, penggunaan bahasa, baik bahasa Indonesia dan bahasa Inggris serta Matematika menjadi mata ujian utama yang wajib lulus.

Sekarang bukan zamannya lagi katrol-mengatrol nilai pada ketiga mata ujian tersebut, kalau memang tidak lulus ya siswa yang bersangkutan harus mengulang lagi dan tidak ada toleransi untuk pengatrolan nilai di ketiga mata ujian tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Pusat Bahasa memberikan penghargaan antara lain kepada para pemenang lomba baca puisi untuk guru SD, lomba cerita rakyat untuk anak, lomba berbalas pantun, lomba penulisan puisi tingkat SD dan SMP, Kuis kebahasaan dan kesastraan dan penilaiaan penggunaan bahasa Indonesia Terbaik untuk kalangan Media Massa.

Masuk dalam 10 besar penggunaan Bahasa Indonesia Terbaik untuk Media Massa, yakni peringkat pertama Koran Tempo, diikuti Kompas, Republika, Media Indonesia, Investor Daily, Bisnis Indonesia, Suara pembaruan, Warta Kota, Sinar Harapan, dan Seputar Indonesia.
 

sumber dan sebagian tambahan dari penulis

Jumat, 08 Juni 2012

PEMBANGUNAN EKONOMI


PEMBANGUNAN EKONOMI


Pembangunan ekonomi adalah suatu proses kenaikan pendapatan total dan pendapatan perkapita dengan memperhitungkan adanya pertambahan penduduk dan disertai dengan perubahan fundamental dalam struktur ekonomi suatu negara dan pemerataan pendapatan bagi penduduk suatu negara.
Pembangunan ekonomi tak dapat lepas dari pertumbuhan ekonomi (economic growth); pembangunan ekonomi mendorong pertumbuhan ekonomi, dan sebaliknya, pertumbuhan ekonomi memperlancar proses pembangunan ekonomi.
Yang dimaksud dengan pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikanpendapatan nasional [1]. Suatu negara dikatakan mengalami pertumbuhan ekonomi apabila terjadi peningkatan GNP riil di negara tersebut. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.
Perbedaan antara keduanya adalah pertumbuhan ekonomi keberhasilannya lebih bersifat kuantitatif, yaitu adanya kenaikan dalam standar pendapatan dan tingkat output produksi yang dihasilkan, sedangkan pembangunan ekonomi lebih bersifat kualitatif, bukan hanya pertambahan produksi, tetapi juga terdapat perubahan-perubahan dalam struktur produksi dan alokasi input pada berbagai sektor perekonomian seperti dalam lembaga, pengetahuan, sosial dan teknik.
Selanjutnya pembangunan ekonomi diartikan sebagai suatu proses yang menyebabkan pendapatan perkapita penduduk meningkat dalam jangka panjang. Di sini terdapat tiga elemen penting yang berkaitan dengan pembangunan ekonomi.
Pembangunan sebagai suatu proses
Pembangunan sebagai suatu proses, artinya bahwapembangunan merupakan suatu tahap yang harus dijalani olehsetiap masyarakat atau bangsa. Sebagai contoh, manusia mulai lahir, tidak langsung menjadi dewasa, tetapi untuk menjadi dewasa harus melalui tahapan-tahapan pertumbuhan. Demikian pula, setiap bangsa harus menjalani tahap-tahap perkembangan untuk menuju kondisi yang adil, makmur, dan sejahtera.
Pembangunan sebagai suatu usaha untuk meningkatkan pendapatan perkapita
Sebagai suatu usaha, pembangunan merupakan tindakan aktif yang harus dilakukan oleh suatu negara dalam rangka meningkatkan pendapatan perkapita. Dengan demikian, sangat dibutuhkan peran serta masyarakat, pemerintah, dan semua elemen yang terdapat dalam suatu negara untuk berpartisipasiaktif dalam proses pembangunan. Hal ini dilakukan karena kenaikan pendapatan perkapita mencerminkan perbaikan dalam kesejahteraan masyarakat.
Peningkatan pendapatan perkapita harus berlangsung dalam jangka panjang
Suatu perekonomian dapat dinyatakan dalam keadaan berkembang apabila pendapatan perkapita dalam jangka panjang cenderung meningkat. Hal ini tidak berarti bahwa pendapatan perkapita harus mengalami kenaikanterus menerus. Misalnya, suatu negara terjadi musibah bencana alam ataupunkekacauan politik, maka mengakibatkan perekonomian negara tersebut mengalami kemunduran. Namun, kondisi tersebut hanyalah bersifat sementara yang terpenting bagi negara tersebut kegiatan ekonominya secara rata-rata meningkat dari tahun ke tahun.
FAKTOR
Ada beberapa faktor yang memengaruhi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi, namun pada hakikatnya faktor-faktor tersebut dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu faktor ekonomi dan faktor nonekonomi.
Faktor ekonomi yang memengaruhi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi diantaranya adalah sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya modal, dan keahlian atau kewirausahaan.
Sumber daya alam, yang meliputi tanah dan kekayaan alam seperti kesuburan tanah, keadaan iklim/cuaca, hasil hutan, tambang, dan hasil laut, sangat memengaruhi pertumbuhan industri suatu negara, terutama dalam hal penyediaan bahan baku produksi. Sementara itu, keahlian dan kewirausahaandibutuhkan untuk mengolah bahan mentah dari alam, menjadi sesuatu yang memiliki nilai lebih tinggi (disebut juga sebagai proses produksi).
Sumber daya manusia juga menentukan keberhasilan pembangunan nasional melalui jumlah dan kualitas penduduk. Jumlah penduduk yang besar merupakan pasar potensial untuk memasarkan hasil-hasil produksi, sementara kualitas penduduk menentukan seberapa besar produktivitas yang ada.
Sementara itu, sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah bahan mentah tersebut. Pembentukan modal dan investasi ditujukan untuk menggali dan mengolah kekayaan. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.
Faktor nonekonomi mencakup kondisi sosial kultur yang ada di masyarakat, keadaan politik, kelembagaan, dan sistem yang berkembang dan berlaku
Faktor nonekonomi mencakup kondisi sosial kultur yang ada di masyarakat, keadaan politik, kelembagaan, dan sistem yang berkembang dan berlaku. 

Dari tabel diatas, dapat dilihat bahwa laju pertumbuhan Indonesia 5 tahun terakhir ini tidak begitu signifikan. Pada tahun 2007, pertumbuhan ekonomi mengalami kenaikan 6,3% dari tahun sebelumnya. Sedangkan pada tahun 2008 hanya mengalami kenaikan 6,1%. Pertumbuhan Ekonomi yang paling lemah dapat dilihat pada tahun 2009. Dimana pada tahun 2009 kenaikan hanya 4,5%. Pada tahun 2010, pertumbuhan ekonomi mengalami kenaikan yang signifikan dimana naik sebesar 6,1% dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2011 pun Indonesia tidak mengalami kenaikan yang signifikan, dimana pada tahun ini pertumbuhan ekonomi sebesar 6.5% dibandingkan tahun lalu.

Perbedaan Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi
Merupakan proses naiknya produk per kapita dalam jangka panjang.
Tidak memperhatikan pemerataan pendapatan.
Tidak memperhatikan pertambahan penduduk
Belum tentu dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Pertumbuhan ekonomi belum tentu disertai dengan pembangunan ekonomi
Setiap input dapat menghasilkan output yang lebih banyak

Pembangunan ekonomi
Merupakan proses perubahan yang terus menerus menuju perbaikan termasuk usaha meningkatkan produk per kapita.
Memperhatikan pemerataan pendapatan termasuk pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya.
Memperhatikan pertambahan penduduk.
Meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Pembangunan ekonomi selalu dibarengi dengan pertumbuhan ekonomi.
Setiap input selain menghasilkan output yang lebih banyak juga terjadi perubahan – perubahan kelembagaan dan pengetahuan teknik.

Dampak Positif dan Negatif Pembangunan Ekonomi
Pembangunan ekonomi yang berlangsung di suatu negara membawa dampak, baik positif maupun negatif.
Dampak Positif Pembangunan Ekonomi
Melalui pembangunan ekonomi, pelaksanaan kegiatan perekonomian akan berjalan lebih lancar dan mampu mempercepat proses pertumbuhan ekonomi.
Adanya pembangunan ekonomi dimungkinkan terciptanya lapangan pekerjaan yang dibutuhkan oleh masyarakat, dengan demikian akan mengurangi pengangguran.
Terciptanya lapangan pekerjaan akibat adanya pembangunan ekonomi secara langsung bisa memperbaiki tingkat pendapatan nasional.
Melalui pembangunan ekonomi dimungkinkan adanya perubahan struktur perekonomian dari struktur ekonomi agraris menjadi struktur ekonomi industri, sehingga kegiatan ekonomi yang dilaksanakan oleh negara akan semakin beragam dan dinamis.
Pembangunan ekonomi menuntut peningkatan kualitas SDM sehingga dalam hal ini, dimungkinkan ilmu pengetahuan dan teknologi akan berkembang dengan pesat. Dengan demikian, akan makin meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dampak Negatif Pembangunan Ekonomi
Adanya pembangunan ekonomi yang tidak terencana dengan baik mengakibatkan adanya kerusakan lingkungan hidup.
Industrialisasi mengakibatkan berkurangnya lahan pertanian.
hilangnya habitat alam baik hayati atau hewani
Referensi
^ Bannock, Graham, R. E. Baxter dan Evan Davis. 2004. A Dictionary of Economics. Inggris: Penguin Books Ltd
sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Pembangunan_ekonomi
http://bps.go.id


Kamis, 07 Juni 2012

JUMLAH LAPANGAN PEKERJAAN,JUMLAH PENCARI KERJA DAN PENGANGGURAN



Pekerjaan,pencari kerja dan pengangguran sungguh sebagai suatu kesatuan yang tidak terpisahkan. mengapa tidak? karena tujuan hidup manusia adalah bekerja untuk
kelangsungan hidup manusia itu sendiri. Di indonesia,mencari pekerjaan tidaklah segampang membalikan telapak tangan,sunggulah sulit dan membutuhkan perjuangan.karena untuk
dapat bekerja,seseorang tersebut haruslah mempunyai SKILL(kemapuan yang mumpuni) ditambah latar belakang pendidikan yang baik serta sikap dan wawasan kita.untuk itu,sekali lagi
di Indonesia,orang-orang berbondong-bondong untuk melamar pekerjaan. Sebagai contoh di Jawa barat, jumlah lowongan kerja di Jabar mencapai 580 ribu selama tahun 2011.
Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jabar, Mustopa Djamaludin menegaskan, tahun ini kesempatan kerja di wilayah Jabar baik formal maupun nonformal mencapai 580.000.
Namun ia mengakui masih banyak kesampatan kerja lainnya, sebab data tersebut hasil inventarisasi pengusaha.
“Data kesempatan kerja ini tidak menutup kemungkinan lebih banyak lagi. Karena disinyalir masih banyak perusahaan atau pengusaha yang belum melaporkan lowongan kerjanya ke dinas tenaga kerja kabupaten/kota,”
ungkap Mustopa kepada wartawan di ruang kerjanya, Jln. Soekarno-Hatta Bandung, Kamis (17/2).
Menurutnya hingga Februari 2011 ini tercatat sudah ada sekitar 38.326 peluang kerja by name by address. Data ini hasil dari laporan kebutuhan kerja yang dilaporkan langsung ke Pemprov Jabar melalui Disnakertrans.
jumlah kesempatan kerja tahun ini meningkat 11% dibanding 2010. Salah satu penyebabnya para investor yang masuk ke Jabar.
“Saat ini data kesempatan kerja akan terlihat karena sudah diatur dalam UU No. 13/2003 tentang Ketenagajerjaan.
Dalam UU itu disebutkan, perusahaan memiliki kewajiban melaporkan kesempatan kerja ke Disnaker,” katanya.
Diakui pula, peluang kerja masih didominasi bidang nonformal. Dari 580.000 kesempatan kerja sekitar 30% peluang kerja bidang formal, sisanya sektor nonformal.
Mayoritas sektor formal adalah sektor industrial dan kontruksi. Sedangkan sektor nonformal adalah perdagangan, pertanian, dan jasa.
Selain itu,pengangguran pun tidak bisa lepas dari jumlah lapangan pekerjaan dan jumlah pencari kerja karena banyak contoh, sarjana menganggur karena tidak dapat lowongan dan jumlah lowongan yang tidak seimbang dengan jumlah pelamar yang mengakibatkan pengangguran semakin banyak di indonesia. Skill juga salah satu faktor dari pengangguran. karena banyak para urban yang datang ke Jakarta yang tidak disertai dengan kemampuan individu sehingga akhirnya malah menambah masalah baru di indonesia khususnya di daerah Jakarta.
Menurut BPS(Badan Pusat Statistik) melansir bahwa jumlah pengangguran di indonesia mencapai sekitar 8% dari jumlah angkatan kerja. Sekitar 12.8 juta jiwa masayarakat terbuka maupun pengangguran paruh waktu dan menurut Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Fadek Muhammad jumlah ini ditamabah menjadi  1,1 juta dari tamatan sekolah(perguruan tinggi) yang belum etrserap lapangan pekerjaan.
Melihat salah satu contoh jumlah lowongan dan jumlah pekerja yang melamar di jabar menandakan bahwa bisa diambil kesimpulan bekerja merupakan prioritas utama dalam hidup harus dijalani selain kehidupan pribadi dan bermasyarakat. untuk itulah diharapkan agar kedepannya,sistem ketenagakerjaan di indonesia bisa lebih baik dan tentunya jumlah lowongan pekerjaan semakin banyak dan seimbang dengan jumlah penduduk di indonesia sehingga tidak ada lagi pengangguran di indonesia. dan peran pemerintah sangatlah berperan penting dalam menjadi fasilitator yang baik untuk mengurangi jumlah pengangguran di indonesia dengan membuka lapangan pekerjaan yang baru sehingga penyerapan tenaga kerja pun menjadi maksimal.sungguh ini harapan kita bersama dalam mewujudkan indonesia yang lebih baik dan baik.

sumber :
http://www.anneahira.com/data-pengangguran-di-indonesia.html